Perempuan Olay Indonesia & Marissa Haque Fawzi

Perempuan Olay Indonesia & Marissa Haque Fawzi
Marissa Haque, Soraya Haque, Shahnaz Haque, Ira Wibowo, AB Three, 7 Bintang Kosmetika Olay of Singapore

Komitmen Selalu Saling Dukung, Ikang Fawzi & Marissa Haque

Komitmen Selalu Saling Dukung, Ikang Fawzi & Marissa Haque
Selalu Ingin Berdua Selamanya, Ikang Fawzi & Marissa Haque

FEB UGM, Ikang Fawzi & Marissa Haque

FEB UGM, Ikang Fawzi & Marissa Haque
Drs. H. Ahmad Zulfikar Ikang Fawzi, MBA Suami Marissa Haque

Marissa Haque Fawzi Istri Ikang Fawzi

Marissa Haque Fawzi Istri Ikang Fawzi
Perempuan Indonesia Peduli Gender, Marissa Haque Istri Ikang Fawzi

Kupu Kuning dan Biru untuk Lampung Selatan, Marissa Haque, Ikang Fawzi, Zainudin Hasan

Kupu Kuning dan Biru untuk Lampung Selatan, Marissa Haque, Ikang Fawzi, Zainudin Hasan
Kupu Kuning dan Biru untuk Lampung Selatan, Marissa Haque, Ikang Fawzi, Zainudin Hasan

Kesetaraan Gender adalah Kerjasama Harmoni Suami & Istri

Kesetaraan Gender adalah Kerjasama Harmoni Suami & Istri
Konsep Gender Marissa Haque adalah Kerjasama Harmoni Suami dan Istri

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Aktualisasi diri dalam Film & Musik di Indonesia

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Aktualisasi diri dalam Film & Musik di Indonesia
Piala Citra Pertama Marissa Haque Fawzi, Bandung, 1985

Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Kalianda, Lamsel

Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Kalianda, Lamsel
Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Kalianda, Lamsel
Tampilkan postingan dengan label mahfud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahfud. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2011

Pertimbangan Illahiyahku: Marissa Haque Fawzi


Jumat, 18 Maret 2011

Cukup Sekali di Pilkada, Kini Marissa Haque Bercita-cita Jadi Hakim MK bidang Hukum Bisnis


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Marissa Haque menegaskan bahwa dirinya tidak akan terjun lagi dalam ajang pemilu kepala daerah (pilkada) di Banten. Menurut dia, keikutsertaannya dalam pilkada Banten beberapa waktu lalu cukup sebagai pembelajaran dalam hidupnya.

”Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Suhaemi mantan Kajati Banten yang telah mempercayai saya,” ujarnya “Mungkin waktunya kurang tepat,” tegas Marissa saat berkunjung ke kantor Republika di Jakarta Jumat (18/3)

Marissa menuturkan saat kini ia tengah berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan studi S2 nya di UGM di dua fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi Bisnis. ”Fokus saya saat ini ke situ,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan cita-cita besarnya saat ini adalah ingin berkarier sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi (MK). ”Saya melihat di MK saat ini belum ada Ahli Hukum Bisnis. Sembilan hakim di MK adalah ahli Hukum Tata Negara, Hukum Pidana dan Hukum Perdata. Belum ada dari Hukum Bisnisnya, yang nantinya spesialisasi insya Allah pada Hukum Ekonomi Syariah,” ujar Marissa.
Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Rep: Rahmat Santosa B
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/sengga…

Selasa, 19 April 2011

Teladan Cinta & Sensitif Gender Angelina Sondakh: Marissa Haque Fawzi

Angie Ikhlas Lepas Zahwa & Aliya Pasca Ditinggal Adjie Massaid
Herianto Batubara - detikhot

Angie Ikhlas Lepas Zahwa & Aliya Pasca Ditinggal Adjie Massaid
Gb
Jakarta Hak asuh dua anak Adjie Massaid hasil pernikahannya dengan Reza Artamevia, Zahwa dan Aaliya memang jatuh ke tangan Adjie. Namun, setelah Adjie meninggal dunia pada 5 Februari 2011 lalu, hak itu pun dengan otomatis hilang.

Istri Adjie Massaid yang juga anggota komisi X DPR RI, Angelina Sondakh mengaku tak akan mempermasalahkan hal tersebut. Ia pun dengan ikhlas akan melepas kedua anaknya untuk kembali pada sang ibu, Reza Artamevia jika mereka menginginkan.

"Mungkin kalau si Aaliya mungkin mau tinggal sama ibunya, ya ibunya punya hak yang lebih besarlah dari saya," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2011).

Dengan nada berat, Angie juga mengaku dirinya akan selalu mencintai kedua anak itu. Bahkan, Zahwa dan Aaliya sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

Angie memang selalu berharap keduanya akan tinggal di rumahnya. Menurutnya, semenjak ditinggalkan Adjie, Zahwa dan Aaliya-lah yang selalu memberikan kekuatan kepadanya.

"Karena mereka banyak membantu, mereka banyak memberi kekuatan-kekuatan kepada saya. Saya mencintai mas Adjie dan mencintai anak-anaknya juga," ujarnya dengan bercucuran air mata.

(nu2/mmu)

Minggu, 20 Maret 2011

Cukup Sekali di Pilkada, Kini Marissa Haque Bercita-cita Jadi Hakim MK bidang Hukum Bisnis

Jumat, 18 Maret 2011, 14:26 WIB

Cukup Sekali di Pilkada, Kini Marissa Haque Bercita-cita Jadi Hakim MK
Marissa Haque
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Marissa Haque menegaskan bahwa dirinya tidak akan terjun lagi dalam ajang pemilu kepala daerah (pilkada) di Banten. Menurut dia, keikutsertaannya dalam pilkada Banten beberapa waktu lalu cukup sebagai pembelajaran dalam hidupnya.

”Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Suhaemi mantan Kajati Banten yang telah mempercayai saya,” ujarnya “Mungkin waktunya kurang tepat,” tegas Marissa saat berkunjung ke kantor Republika di Jakarta Jumat (18/3)

Marissa menuturkan saat kini ia tengah berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan studi S2 nya di UGM di dua fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi Bisnis. ”Fokus saya saat ini ke situ,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan cita-cita besarnya saat ini adalah ingin berkarier sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi (MK). ”Saya melihat di MK saat ini belum ada Ahli Hukum Bisnis. Sembilan hakim di MK adalah ahli Hukum Tata Negara, Hukum Pidana dan Hukum Perdata. Belum ada dari Hukum Bisnisnya, yang nantinya spesialisasi insya Allah pada Hukum Ekonomi Syariah,” ujar Marissa.
Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Rep: Rahmat Santosa B
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/sengga…

Senin, 07 Februari 2011

Ikang Fawzi & Marissa Haque: Pesan Senyum untuk Lampung Selatan 2011

Lebih Banyak Senyum untuk Keluarga
Tak ada yang benar-benar tahu sampai dimana ujung usia kita. Bahkan esok pagipun disaat kita bangun tidur bisa jadi orang yang paling kita cintai sudah tidak lagi berada disamping kita. Bahkan untuk mencium aroma tubuhnyapun menjadi hal yang mustahil. Semakin usia kami bertambah, kami berdua merasa saling takut kehilangan satu dengan lainnya. Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi) suamiku tercinta—the one and only—tahun ini akan memasuki usia 52 tahun. Walau usia bertambah namun Alhamdulillah diantara kerumunan teman-teman prianya suamiku tampak jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Malah bias dikatakan sepuluh tahun lebih awet, mungkin juga karena Ikang itu keturunan Sunda yang karakter dasarnya adalah happy go lucky alias memang wajar kalau pria yang young at heart serta mampu bernyanyi menjadi awet gantengnya… Alhamdulillah Ya Allah. Suami pilihan-Mu untukku adalah yang terbaik dari beberapa hadiah hidup lain yang Kau titipkan selama ini.

Barangkali tak banyak dari kita yang menyadari betapa kurang banyaknya senyuman yang kita sediakan bagi orang-orang dekat dihati yang hidup dibawah satu atap dengan kita. Barangkali juga karena life is an advanture, namun lebih kepada tanggung jawab kita dalam mencari nafkah dan mengejar posisi kemenangan dalam pencapaian hidup, membuat tekanan kehidupan mengurangi keinginan tulus kita dalam mengembangkan senyuman. Padahal senyum itu tidak bayar alias gratis.
Hari ini Ikang Fawzi suamiku yang sejak beberapa hari lalu terpilih menjadi Sekjen FEB-KAGAMA (para alumni UGM dari Fakulta Ekonomika-Bisnis) meeting untuk pengembangan program KAGAMA khususnya mengembangkan jaringan para alumni bagi pengembangan usaha di Indonesia. Bangga sekali hati ini kepada Ikang Fawzi Suamiku. Bukan sekedar nilai optimal yang berhasil diraihnya bagi thesis yang kemarin diuji. Namun otak usahawan/entrepreneur-nya memang teruji serta terbukti. Pemikiran bisnis Ikang Fawzi suamiku banyak yang orisinal/genuine yang sering membuat beberapa ahli disen kami bahkan relasi bisnisnya terbelalak karena memang baru dan Alhamdulillah bagus. Alhamdulillah Ya Allah… fabiayyi ala’I robbi kumma tukazzibaaan… ni’mat mana lagi yang hendak kau dustakan hai manusia… tak ada Ya Allah…tak ada…alhamdulillaaah…

Sebagai ungkapan rasa syukurku, nazarku hari ini adlaah menambah intensitas senyuman tulus dan manis kepada lebih banyak lagi manusia yang lewat dalam kehidupanku. Karena kuyakini senyuman akan memberikan getaran ketenangan yang menenteramankan—meruntuhkan kesombongan serta keangkuhan, mengikis penolakan, menapis keterasingan, menghempas rasa terancam, mencairkan kebekuan, bahkan mampu menghangatkan suasana. 

Allahu Akbar!
pan-ikang-fawzi-suami-marissa-haque-kampanye-di-lamsel-2009

 Sumber: http://ikangmarissa-ugm-ekonomibisnis.blogspot.com/2011/02/ikang-fawzi-marissa-haque-dari-ugm.html

Kamis, 06 Januari 2011

Marissa Haque Fawzi: Apakah Presiden SBY Sama Merasa Malunya dengan Prof Mahfud MD?

Mahfud Malu Gayus Bisa Permainkan Lembaga Hukum

Sumber: http://id.news.yahoo.com/antr/20110106/tpl-mahfud-malu-gayus-bisa-permainkan-le-cc08abe.html

Jakarta (ANTARA) - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD merasa malu sebagai pejabat karena ulah Mafia Pajak Gayus Tambunan yang bisa mempermainkan lembaga hukum negara.

"Sebagai pejabat saya malu karena (lembaga hukum) dipermainkan oleh Gayus," kata Mahfud, di Jakarta, Kamis.

Hal ini diungkapkan Ketua MK ini menanggapi berita Gayus yang keluyuran ke berbagai negara dengan menggunakan paspor atas nama Sony Laksono.

Gayus yang statusnya menjadi terdakwa dalam kasus mafia pajak ini keluyuran ke berbagai negara, seperti Cina, Malaysia dan Singapura.

Mahfud juga menyatakan bahwa negara Indonesia saat ini sedang sial karena ditipu oleh Gayus yang bisa "membeli" aparat untuk bisa keluyuran ke luar negeri.

"Ini bukan kesalahan Patrialis Akbar (Menteri Hukum dan HAM) karena jaringan itu sudah rusak lama," katanya.

Bahkan Mahfud menyebut malaikatpun yang jadi menteri akan kesulitan mengatasi masalah ini.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah harus memperbaiki sistem yang rusak dan menghambat penegakan hukum selama ini.

"Selama ini hanya mengganti pejabat, tapi tidak pernah memperbaiki sistem," katanya.

Mahfud juga mengakui bahwa MK saat ini dianggap "bersih" karena lembaga baru. "Bukan saya yang hebat, tapi ini lembaga baru jadi masih relatif bersih dan mudah dikendalikan," ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan hal yang sama kepada KPK dan Komisi Yudisial yang juga bersih karena lembaga baru.

Dia juga mencontohkan mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang hebat di Timtas Tipikor yang juga lembaga baru, tetapi saat memimpin Kejaksaan Agung juga habis dilumat sistem yang sudah lama terbangun.

Untuk itu, Mahfud berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan membenahi sistem aparat penegak hukum yang sistemnya sudah rusak tersebut.

"Presiden harus ambil sikap tegas dan dikawal oleh kita secara bersama-sama," harap Mahfud.

Rabu, 22 Desember 2010

Blue Ocean Strategy untuk Gender di Lampung Selatan: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Masukan dari kami berdua Ikang Fawzi dan Marissa Haque untuk Tangerang Selatan bila ingin Berkelanjutan

Interactive Class Exercise Description:

Source: http://www.blueoceanstrategy.com/abo/newsList.html

The case entitled, ‘How to Implement Blue Ocean Strategy’ challenges participants to apply key concepts of blue ocean strategy implementation to overcome key organizational and management hurdles while leading a strategic shift. The case lays out how Braynesbridge Industries (BI), a fictional conglomerate involved in the steel industry, recently launched a new strategy to break out of the red ocean of bloody competition in the industry.

The new strategy, however, represented a significant departure from the status quo, which led to steep cognitive, resource, motivational, and political hurdles in the organization. Hence, to implement the new strategy, BI executives had to overcome these four key hurdles. Despite this challenge, the case reveals that BI’s management team successfully implemented the strategy fast and at low cost using tipping point leadership and fair process. BI’s Board of Directors, very impressed with the new strategy and its successful implementation, is curious to learn the principles of tipping point leadership and fair process and how these apply to organizations.

The case sets the stage for students/executives to be called before the Board to answer numerous conceptual questions on their blue ocean strategy implementation. The set of questions posed by the Board are displayed in an accompanying flash-game exercise called, ‘Blue Ocean Strategy Implementation Interactive Class Exercise: Tipping Point Leadership and Fair Process in Action’ that is free for instructor download.

This case and the Blue Ocean Strategy Implementation Interactive Class Exercise come with a comprehensive teaching note and are excellent for both MBAs and executives, creating great energy and rich learning in the classroom.


Case: How to Implement Blue Ocean Strategy


Author(s):W. Chan Kim, Renee Mauborgne, Katrina Ling

HBSP Product Number: BOS 014
ecch Product Number: 309-197-1
Publisher: INSEAD
Teaching Note: How to Implement Blue Ocean Strategy


Author(s):W. Chan Kim, Renee Mauborgne, Katrina Ling
HBSP Product Number: BOS 015

Our Beloved Family, Ikang Fawzi & Marissa Haque

Our Beloved Family, Ikang Fawzi & Marissa Haque
Kasih Abadi Ikang Fawzi & Marissa Haque, 3-7-1986

Marissa Haque dan Ikang Fawzi, Unggulan Metro TV 2010

Marissa Haque dan Ikang Fawzi, Unggulan Metro TV 2010
Polling Metro TV 2010, Ikang Fawzi & Marissa Haque (Photo by: Harry Maksum, Bandung)

Marissa Haque & Emilia Contessa

Marissa Haque & Emilia Contessa
Lukisan Megawati Soekarnoputri, Marissa Haque & Emilia Contessa

Pilihan Rakyat Lamsel No.4

Pilihan Rakyat Lamsel No.4
Marissa Haque Mendukung Suaminya Ikang Fawzi Berpasangan dengan Zainudin Hasan Adik Menhut RI Zulkifli Hasan

Yasmin Shahnaz Hasan & Marissa Haque Fawzi bersama Perempuan Aisyiah Lampung Selatan, 2010.

Menekan Angka Kematian Ibu Melahirkan & Meningkatkan Standar Gizi
Anak di Lampung Selatan





Entri Populer

About Us

Foto saya
Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Kami berdua--Marissa Haque dan Ikang Fawzi--adalah bagian kecil dari KAGAMA, Keluarga Besar Civitas Academica Pasca Sarjana FEB-UGM (Fakultas Ekonomi Bisnis/Ikang & Marissa), dan dan FH-UGM (Fakultas Hukum/Marissa) Universitas Gadjah Mada. Semangat kami berdua untuk kembali kebangku kuliah adalah untuk mengasah kognisi, meningkatkan kompetensi diri melalui pencapaian prestasi akademik, serta memberi motivasi untuk selalu terpacu menuntut ilmu bagi kedua putri kami Bella & Kiki. Kedepannya, dengan segala kerendahan hati kami berharap agar dapat menjadi inspirasi bagi siapapun juga yang memiliki cita-cita menjadi pemimpin muda negeri ini. Insya Allah...

Blog Relations