Perempuan Olay Indonesia & Marissa Haque Fawzi

Perempuan Olay Indonesia & Marissa Haque Fawzi
Marissa Haque, Soraya Haque, Shahnaz Haque, Ira Wibowo, AB Three, 7 Bintang Kosmetika Olay of Singapore

Komitmen Selalu Saling Dukung, Ikang Fawzi & Marissa Haque

Komitmen Selalu Saling Dukung, Ikang Fawzi & Marissa Haque
Selalu Ingin Berdua Selamanya, Ikang Fawzi & Marissa Haque

FEB UGM, Ikang Fawzi & Marissa Haque

FEB UGM, Ikang Fawzi & Marissa Haque
Drs. H. Ahmad Zulfikar Ikang Fawzi, MBA Suami Marissa Haque

Marissa Haque Fawzi Istri Ikang Fawzi

Marissa Haque Fawzi Istri Ikang Fawzi
Perempuan Indonesia Peduli Gender, Marissa Haque Istri Ikang Fawzi

Kupu Kuning dan Biru untuk Lampung Selatan, Marissa Haque, Ikang Fawzi, Zainudin Hasan

Kupu Kuning dan Biru untuk Lampung Selatan, Marissa Haque, Ikang Fawzi, Zainudin Hasan
Kupu Kuning dan Biru untuk Lampung Selatan, Marissa Haque, Ikang Fawzi, Zainudin Hasan

Kesetaraan Gender adalah Kerjasama Harmoni Suami & Istri

Kesetaraan Gender adalah Kerjasama Harmoni Suami & Istri
Konsep Gender Marissa Haque adalah Kerjasama Harmoni Suami dan Istri

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Aktualisasi diri dalam Film & Musik di Indonesia

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Aktualisasi diri dalam Film & Musik di Indonesia
Piala Citra Pertama Marissa Haque Fawzi, Bandung, 1985

Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Kalianda, Lamsel

Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Kalianda, Lamsel
Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Kalianda, Lamsel
Tampilkan postingan dengan label memes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2011

Gender dan Program Full Kasih Sayang dalam Keluarga: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Sumber: http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/ikang-fawzi-anak-anak-bagian-jiwa-saya.html

Ikang Fawzi : Anak-Anak Bagian Jiwa Saya

Ikang Fawzi: Anak-Anak Bagian Jiwa Saya
Ikang Fawzi: Anak-Anak Bagian Jiwa Saya

Arti seorang anak bagi Ikang Fawzi (Terimakasih Mas Hendra)

Editor KapanLagi.com, Selebriti - Selasa, 19 April 2011 03.05 WIB


Arti seorang anak bagi Ikang Fawzi adalah bagian dari jiwa. Seperti halnya dengan Isabella Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi , mereka berdua seperti soulmate baginya. Sehingga saat si bungsu, Chikita atau yang akrab disapa Kiki merantau ke negeri seberang untuk bekerja, Ikang mengaku serasa kehilangan nyawa.

"Sedih, ini demi Allah ya ketika dia pergi saya kayak kehilangan nyawa. Itu anak luar biasa, anak bontot ya, jadi mereka berdua sudah kayak soulmate. Itu anak (Kiki) sudah punya rencana, dia bilang 'ayah ikut Kiki, Kiki sudah diterima di sini'. Karena angka dia kan bagus-bagus, jadi bisa diterima di mana-mana, tapi dia milih yang di luar negeri. Dia bilang 'Kiki mau berdikari, ayah harus bantu Kiki'," ujar Ikang saat ditemui di Kawasan Bintaro, Tangerang, Banten, Rabu (14/04).

"Sudah tuh, saya sambil nangis saya upayakan apa yang dia minta. Cuman di sini aku membuktikan bahwa selama ini anak tuh milik Allah, tapi itu hanya verbal, tapi dalam hati tuh 'ini punya gue tuh, dia bakal pergi'. Dari kecil gue dekap, gue nyanyiin, gue gendong sekarang dia harus pergi," imbuhnya.

Namun hal itu membuat Ikang sadar bahwa apapun yang bakal ia hadapi di kemudian hari, termasuk jika putrinya dipinang seorang pria, dirinya harus siap.

"Tapi kan sekarang ada Skype, jadi komunikasi dipermudah dunia semakin rata. Jadi beruntung bisa anytime komunikasi," kata Marissa menimpali.

Namun, tetap saja Ikang tak bisa tidur karena terus terbayang wajah sang putri. "Mikirin dia yang jarang tidur, dia itu tidurnya di kantor. Dia sempat minta motor untuk aktivitas di sana, aku bilang gak, gak, gak," kilahnya.

Bukannya pelit, namun baik Ikang maupun Marissa lebih mengutamakan keselamatan putrinya itu.

"Bukan kenapa-kenapa, buat keselamatan dia juga, karena banyak kejadian di sana. Kalau aku sama Ikang bisa beliin mobil, kenapa nggak? Yang second kan bisa," tandas Marissa. (kpl/hen/bun)

Selasa, 21 Desember 2010

BMT Banyak Dilaksanakan oleh Gender Perempuan: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Tips Mendirikan BMT yang Untung (Dakwah bil Hal yang Marissa Haque Laksanakan)

Banyak kita baca di media massa BMT (Baitul Maal wa tamwil) yang merugi dan berguguran. Itu selain karena pengurus kurang profesional dan amanah juga karena strategi yang digunakan keliru. Misalnya pinjaman diberikan untuk pinjaman konsumtif seperti kredit motor. Padahal harusnya untuk pinjaman produktif sehingga bagi hasil bisa berjalan dan dinikmati.

Selain itu pola Grameen Bank yang berhasil memberikan pinjaman tanpa agunan tapi tingkat pengembaliannya tinggi juga bisa ditiru. GB hanya memberikan pinjaman tanpa agunan pada kelompok yang terdiri dari 5 orang. Pinjaman pertama untuk 2 orang. Setelah lunas pinjaman diberikan pada 2 orang berikutnya. Setelah lunas lagi baru diberikan pada yang terakhir. Setiap peminjam harus menabung sejumlah kecil uang.

Berikut bagi pengalaman yang diberikan oleh pak Ediyus di Riau yang berhasil mengembangkan BMT dari modal Rp 100 juta hingga menjadi Rp 3 milyar!

BMT secara badan hukum harus berbentuk koperasi, dalam prakteknya BMT di-awasi oleh PINBUK, sebagaimana juga koperasi pada umumnya, maka para pendiri diperbolehkan mempunyai hak-hak khusus. Mungkin untuk kriteria pendirian lebih baik bertanya langsung pada PINBUK, karena pada prinsipnya PINBUK tsb sama setiap daerahnya.

Dalam AD/ART, sebaiknya kita harus benar-benar membuat batasan tegas agar BMT tsb benar-benar berjalan sesuai dengan Syari’ah, biasanya poin yang sangat rentan adalah masalah bentuk-bentuk dan tatacara peminjaman, serta kemana dana yang dipinjamkan tsb digunakan.

Juga untuk mengantisipasi masuknya ide sekuler, maka pada AD/ART nya BMT yang akan dirikan, sebaiknya dibuat dipasal tentang hak suara… yaitu hak suara antara Anggota Istimewa dan Anggota Biasa… anggota Istimewa tadi yaitu para pendiri dan atau yang memiliki dana yang besar di BMT, memiliki hak suara lebih…. nah, jika ada anggota baru mau memasukan dana yang cukup signifikan, maka perlu persetujuan Anggota Istimewa tadi… Dan jangan lupa untuk menambahkan bahwa ide/usulan dari anggota, baru akan dijalankan setelah mendapat legalisasi dari dewan syariah…. dewan syariah biasanya terdiri dari alim ulama yang mengerti tentang bisnis Islami….

Karena berbentuk koperasi, tentunya modal awal BMT tidaklah besar, maka sebaiknya BMT didirikan disekitar pasar, karena sektor inilah yang paling menunjang pertumbuhan BMT. Kita bisa memberikan pinjaman dengan sistem mudharabah pada pedagang kecil, yang insya ALLAH bisa dihitung keuntungannya harian, jadi mereka bisa setor harian. Lagi pula BMT juga bisa mengeliminisir ijon atau rentenir. SubhanaLLAH, BMT Bina-Swadaya yang berada di Duri-RIAU, yang tadinya hanya bermodal sekitar 100Juta, saat ini sudah mengelola sekitar 3-milyar.

Sebaiknya BMT diarahkan pada pinjaman produktif, ketimbang konsumtif, banyak kegagalan terjadi ketika BMT tsb diawali dengan kegiatan konsumtif seperti pendanaan pembelian barang (sepeda motor, HP, perabot, dll), karena harta-harta yang dibelikan tsb kemungkinan besar tidak menghasil nilai tambah dari segi ekonomi.

Lain halnya dengan pinjaman produktif, pihak BMT bisa memberikan pasal, untuk memberi-hak pada BMT untuk ikut campur-tangan dalam proses usaha, agar usaha tadi tidak jatuh. Tentunya BMT harus mengeluarkan ekstra effort untuk melakukan pembinaan mereka, namun hal tsb-lah nilai plus BMT, sehingga insya ALLAH kedepannya BMT bisa mencetak pribadi-pribadi muslim yang mandiri yang cekatan dalam berbisnis. Dan bisa mengangkat martabat mustahik menjadi muzakki, insya ALLAH.

Hmmm, mungkin segini dulu Akhi…. Afwan jika uraiannya kurang nyambung, jika ada pertanyaan lanjutan silahkan, insya ALLAH jika ana bisa menjawab akan ana jawab, jika tidak akan ana refer ke-teman yang lebih ahli.

Wassalaammu’alaykum wa rahmatuLLAHI wa barakatuh,

Ediyus Hz

Sumber: http://marissahaque-bmt.blogdetik.com/2010/11/12/tulisan-dari-ediyus-hz-tips-mendirikan-bmt-yang-untung-dalam-hj-marissa-haque-fawzi/

Rabu, 17 November 2010

Kesehatan Psikologis Gender dari Hubungan Setara Suami & Istri: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Satu Istri, Satu Suami, Sampai Mati

Jumat, 12 November 2010
Setiap orang tentu berhak cemburu. Demikian pula Marissa Haque. Dan kecemburuan itu diungkapkan dalam blog. Tapi akhirnya blog itu jadi konsumsi publik. Bagi Marissa Haque, blog adalah sebuah buku harian tempat ia mencurahkan perasaan hatinya. Ketika Icha, demikian Marissa biasa disapa merasa tidak nyaman kala suaminya tampil menyanyi bersama Vina Panduwinata, ia pun langsung menuliskan unek-uneknya dalam blog.

Postingan berjudul Cinta Kami Dalam 25 Tahun Pernikahan Marissa Haque Untuk Ikang Fawzi itu Icha menuliskan keberatannya ketika Vina menempelkan tubuhnya ke tubuh Ikang Fawzi. Belum lagi kebiasaan cipika cipiki yang membuat Marissa kian cemburu berat.

”Saya marah kepada mereka,” ucap Icha. Karena hal itu, Ikang pun lantas meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. ”Saya hargai sikap Ikang Fawzi suamiku, dan dia tahu saya bersikap tegas pun karena saya mencintainya serta ingin keluarga kami satu istri satu suami sampai mati,” tegas seleb yang dikenal cerdas itu.

Demi menenteramkan istrinya, Ikang pun memuji kecantikan lahir dan batin Icha. Tentu saja hal itu diungkapkan dalam blog-nya. Sumpah janjiku pada Icha dari dulu hingga kini dan tak berubah, hanya satu… yang pasti satu tak mungkin lagi kubagi… Ah! Icha… Icha… Icha… I Love You full my Love. Hanya satu kamu…

Namun, permasalahan yang diungkapkan lewat blog itu sebenarnya sudah selesai sejak beberapa bulan lalu. Pasalnya, blog itu juga ditulis pada 9 Agustus lalu. Sementara kejadian yang membuat Icha cemburu berat terjadi pada 29 November 2009, saat konser Music Odyssey untuk mengenang perjalanan 30 tahun Twilite Orchestra.

Baik Icha maupun Ikang sudah menyelesaikan masalah lewat sebuah rekonsiliasi yang terjadi pada 9 Agustus dan ditulis Icha pada 10 Agustus. Beberapa butir rekonsiliasi tertulis dalam tulisan itu. Sehingga ketika Ikang dikonfirmasi tentang hal itu, rocker yang kini berprofesi sebagai pengusaha ini tidak ’berselera’ merespon. ”Wah, saya nggak tahu tuh. Emang ada ya? Sejak kapan?” kata Ikang balik bertanya.

Icha sendiri heran mengapa curhat itu baru ramai pada pekan lalu. Padahal dia memposting tulisan itu sudah lama. Icha menganggap ada pihak-pihak tertentu yang menyebarkan sehingga baru ’ramai’ pekan lalu. Kegiatan menulis blog antara Ikang dan Icha sepertinya sudah jadi sesuatu yang rutin. Mereka memuji, melancarkan protes, merayu dan sebagainya lewat blog.

Tidak heran banyak sekali tulisan-tulisan seperti berbalas pantun yang diposting orangtua dari Isabella Fawzi dan Kiki Fawzi ini. Sehingga pasangan ini menganggap biasa tulisan-tulisan yang ada di blog masing-masing. Mereka juga tidak terganggu sedikit pun tentang kehebohan di luar yang diakibatkan tulisan-tulisan yang menyerang itu. Hubungan pasangan suami istri juga tetap harmonis.

Terbukti pasca heboh curhat itu, keduanya menghadiri wisuda mahasiswa Politeknik LP3I di Sabuga Bandung. Mereka hadir sebagai Duta LP3I. Ikang Pada wisuda kali ini, penyanyi Ikang Fawzi hadir untuk memberi pembekalan sekaligus mempersembahkan lagu Gebyar-gebyar untuk para wisudawan.

Sementara itu Vina Panduwinata yang menjadi subyek tulisan Icha mengaku tidak terpengaruh. Hal ini ditegaskan Vina melalui managernya, Ine Atilla. ”Tidak terpengaruh sama sekali. Tidak ada rencana untuk meng-clear-kan masalah,” tegas Ine.

Isi blog itu pun rupanya tidak berpengaruh pada hubungan antara Ikang Fawzi dengan Vina. ”Tidak jadi masalah kok. Biasa saja. Malahan Mbak Vina khawatir akan anak-anaknya. Mbak Vina sama Mas Ikang satu geng, kalau ketemu itu biasa rangkul-rangkulan, apalagi kalau nggak ketemu lama. Sekarang juga jarang ketemu,” tambah Ine.

Selain itu, Ine juga menegaskan jika hal ini tidak berdampak pada keluarga Vina. Namun, beberapa penggemar Vina memang sempat marah. Tapi untungnya semuanya bisa ditenangkan. ”Penggemar Vina sempat terpancing marah. Bahkan sempat ditelepon dan membuat status di saya dan minta penjelasan ke saya. Tetapi setelah saya jelasin mereka tahu,” katanya.

Dalam blog Marissa Haque yang menuturkan soal kecemburuannya terhadap kedekatan sang suami, Ikang Fawzi, dengan Vina Panduwinata ketika menghadiri sebuah acara musik bersama. Menurutnya, Vina cuek-cuek saja menanggapinya. ”Kasus itu sudah satu tahun yang lalu dan kita jujur bingung kenapa baru ramai sekarang. Tapi itu nggak berpengaruh kok sama Mbak Vina. Kami nggak mau menanggapi itu semua. Malahan, kita justru bingung Mbak Vina nggak punya musuh sama siapapun selama 9 tahun saya bersama dia,” jelas Ine.*ratih (Nyata Online)

Our Beloved Family, Ikang Fawzi & Marissa Haque

Our Beloved Family, Ikang Fawzi & Marissa Haque
Kasih Abadi Ikang Fawzi & Marissa Haque, 3-7-1986

Marissa Haque dan Ikang Fawzi, Unggulan Metro TV 2010

Marissa Haque dan Ikang Fawzi, Unggulan Metro TV 2010
Polling Metro TV 2010, Ikang Fawzi & Marissa Haque (Photo by: Harry Maksum, Bandung)

Marissa Haque & Emilia Contessa

Marissa Haque & Emilia Contessa
Lukisan Megawati Soekarnoputri, Marissa Haque & Emilia Contessa

Pilihan Rakyat Lamsel No.4

Pilihan Rakyat Lamsel No.4
Marissa Haque Mendukung Suaminya Ikang Fawzi Berpasangan dengan Zainudin Hasan Adik Menhut RI Zulkifli Hasan

Yasmin Shahnaz Hasan & Marissa Haque Fawzi bersama Perempuan Aisyiah Lampung Selatan, 2010.

Menekan Angka Kematian Ibu Melahirkan & Meningkatkan Standar Gizi
Anak di Lampung Selatan





Entri Populer

About Us

Foto saya
Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Kami berdua--Marissa Haque dan Ikang Fawzi--adalah bagian kecil dari KAGAMA, Keluarga Besar Civitas Academica Pasca Sarjana FEB-UGM (Fakultas Ekonomi Bisnis/Ikang & Marissa), dan dan FH-UGM (Fakultas Hukum/Marissa) Universitas Gadjah Mada. Semangat kami berdua untuk kembali kebangku kuliah adalah untuk mengasah kognisi, meningkatkan kompetensi diri melalui pencapaian prestasi akademik, serta memberi motivasi untuk selalu terpacu menuntut ilmu bagi kedua putri kami Bella & Kiki. Kedepannya, dengan segala kerendahan hati kami berharap agar dapat menjadi inspirasi bagi siapapun juga yang memiliki cita-cita menjadi pemimpin muda negeri ini. Insya Allah...

Blog Relations